Tips Perawatan Finishing Partisi Ruangan

Tips perawatan finishing partisi ruangan dengan finishing wallpapper berbeda – beda, tergantung bahan yang di gunakan.Cara perawatan finishing partisi ruangan dengan bahan dasar kain akan berbeda dengan perawatan partisi dengan bahan dasar wallpaper.

Beragamnya motif yang dapat dijadikan sebagai finishing partisi ruangan,   tentu akan menghasilkan tampilan yang berbeda beda pula.Memadukan lebih dari satu jenis material juga bisa dijadikan pilihan yang menarik. padu padan seperti ini akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dan unik. Cara ini banyak dipakai oleh para desainer dan arsitek untuk menciptakan tampilan ruangan baru yang kreatif dan inovatif. Tips perawatan finishing partisi ruangan dengan bahan yang berbeda seperti itu, memang lebih rumit. akan tetapi dengan ketelitian serta penangan yang baik wallpapper akan tetap terjaga dngan baik.
Sebagai contoh pengaplikasian ini adalah dengan penggunaan partisi ruangan dengan bahan kayu, kain juga wallpaper.

partisi jw marriot

Finishing partisi ruangan diatas disamarkan dengan finishing dinding

Berikut ini ragam cara yang dapat Anda praktikkan dalam tips perawatan wallpapper yang dipergunakan sebagai finishing partisi untuk  mengantisipasi terjadinya kerusakan pada dinding.

Untuk perawatan wallpapper secara rutin, bersihkan debu dari permukaan dinding partisi wallpaper dengan penghisap debu, lap kering, atau kemoceng. Berbeda dengan dinding bercat, [proses ini sebaiknya dilakukan lebih sering, minimal 3 bulan sekali, terutama untuk wallpaper bertekstur, yang lebih memungkinkan debu terkumpul di sela – sela teksturnya.

partisi lipat

Berbagai macam motif wallpapper dapat Anda aplikasikan sebagai finishing partisi ruangan.

Satu lagi tips perawatan wallpaper yang patut Anda coba. Saat membeli wallpaper, sebaiknya dilebihkan agar Anda tidak bingung jika pada kemudian hari perlu melakukan perbaikan. jika wallpaper sobek, dengan mudah Anda dapat menambalnya kembali dengan bantuan lem

Washable, Scrubbable, dan Non – washable Wallpaper

Wallpaper biasanya terbagi menjadi 3 jenis, yaitu washable, scrubbable, dan non – washable. Washable dan scrubbable berarti permukaannya bisa dicuci dengan air dan sabun. Sedangkan yang non- washable cukup dibersihkan dengan kain kering atau penghisap debu.

  1. Washable wallpaper. Tambahkan sedikit detergen lembut ke dalam ember berisi air. Siapkan air bersih pada ember yang lain. Celupkan kain lembut atau spons ke dalam ember pertama, peras dan basuhkan pada wallpaper dengan gerakan melingkar. Dengan kain yang berbeda, basuh permukaan partisi wallpaper yang sebelumnya telah dicelupkan ke air bersih. Segera keringkan denga lap bersih agar wallpaper tidak menjadi lembab atau air masuk ke bawah permukaan partisi wallpaper.
  2. Scrubbable wallpaper. Metode pencucian sama dengan wasshable wallpaper, hanya saja dapat mengganti detergen ringan dengan detergen serbaguna.
  3. Non-washable wallpaper. Setelah dibersihkan dengan penyedot debu, coba bersihkan kotoran dengan mengeriknya perlahan – lahan. manfaatkan bantuan keras yang telah diremas. Jika kotoran mengandung minyak, serap terlebih dahulu dengan bantuan tisu.

Semoga informasi ini dapat berguna bagi pembaca yang budiman.

Mungkin Anda juga menyukai