Dinding Partisi Ruangan

Dinding partisi ruangan pada sebuah bangunan,  merupakan elemen yang dominan. Selain merupakan bagian dari struktur juga pembatas antarruang. Dinding dapat terbuat dari berbagai material. Yang paling banyak ditemui adalah dari batu bata atau batako. Kita mengenalnya sebagai dinding tembok. Selain itu, masih terdapat dinding yang non tembok. Misalnya yang terbuat dari gipsum, kaca atau kayu.

Nah, disini kita hanya akan membahas tentang dinding non tembok atau dinding partisi penyekat ruangan. Selain sebagai pembatas antarruang dinding partisi ruangan juga memerlukan konsep dalam penataan ruangan.

Setiap konsep desain menghendaki finishing dinding partisi ruangan yang berbeda. Konsep klasik, misalnya menuntut ruangan dengan warna – warna klasik nan lembut. Sementara konsep kontemporer cenderung membutuhkan warna cerah dan kontras.

Material Pembentuk Dinding Partisi Ruangan

Material pembentuk dinding partisi ruangan bermacam – macam, antara lain :

Kayu Solid

Kayu solid merupakan material yang sering digunakan membuat bingkai partisi. Biasanya partisi dengan kayu solid dikombinasikan dengan pemasangan kaca tembus pandang, agar menghasilkan kesan lapang. Serat alami dari kayu solid akan memperindah tampilan dinding partisi ruangan. Jenis kayu yang sering dipakai sebagai partisi penyekat ruangan jati, kamper, atau meranti.

Penempatan partisi ruangan yang terbuat dari kayu solid pada area ruang keluarga atau ruang kerja dengan taman samping atau belakang. Tampil menawan serta kokoh, kayu solid juga memberikan kehangatan dan memberikan kesan batas antarruang lebih tegas.

Kayu Olahan

Kayu olahan yang sering kita jumpai dalam bentuk Multipleks. Dalam bentuk lembaran dengan ukuran 240 cm x 120 cm memungkinkan proses pemasangan dinding partisi ruangan akan lebih cepat. Dengan disekrup pada frame yang telah dibuat sesuai ukuran, kayu olahan ini dipasang sebagai pengganti dinding masif. Multipleks mempunyai keunggulan lebih tahan air dibandingkan dengan material dari MDF atau Gipsum.  Mempunyai permukaan rata akan menghasilkan tampilan serupa tembok batu bata. Tampilan luar dari dinding kayu olahan ini dapat menggunakan HPL, Sheet atau Wallpapper.

MDF (Medium Density Board )

Dibuat untuk menutupi beberapa kelemahan plywood yang permukaannya kurang halus, mudah retak dan pecah pada ukuran lebar yang terlalu kecil dan hasil potongan yang kasar. Bahan MDF sangat halus pada permukaan dan ikatan-iktan antar materialnya sangat kuat. Hanya material MDF mempunyai  kelemahan tidak tahan air dan hilangnya motif kayu pada permukaan.

MDF tetap memiliki kelemahan yang sama dengan jenis board yang lain,
1. Air mudah meresap pada sisi tebal
2. Sekrup kurang kuat pada sisi tebal
3. Lem putih tidak bekerja secara efektif pada permukaan.
4. Tidak mengikat paku sekuat kayu solid.

Dinding Wallcover

Berbentuk lembaran mirip kertas. Mudah dipasang dan mudah dibersihkan. Wallcover mengubah tampilan ruangan dalam sekejap. Wallcover memiliki beragam motif dan warna, dengan tingkat kepraktisan pemasangan dan perawatan yang mudah. Bahan pelapis ini diyakini mampu mengubah suasana ruang dalam waktu singkat.

Wallpaper tidak hanya terbuat dari kertas. Ada wallpaper yang terbuat dari vinyl, kain, plastik  bahkan jerami. Dengan menggunakan lem khusus wallpaper dapat diaplikasikan sebagai finishing dinding partisi ruangan pada plywood, kayu solid, Gipsum atau MDF.

Mungkin Anda juga menyukai