Daun Pintu, Anatomi Dan Kontruksi

Daun pintu memiliki nama – nama bagian ( door nomenclatur ) yang paling banyak di dalam konstruksi bangunan dibandingkan dengan kontruksi lainnya.

Bagian Utama Daun Pintu

  1. Kusen

Merupakan rangka yang menjadi pegangan daun pintu, mengikat pintu dengan dinding bangunan. Kusen kayu sebaiknya terbuat dari kayu solid, bukan merupakan kayu hasil rekayasa ( kayu lapis, kayu MDF, kayu papan partikel dan sebagainya )

Sebagai pasangan dari daun pintu, kusen harus terikat kuat dengan dindingnya. Kusen dapat diikat ke dinding menggunakan angkur besi dan fischer atau menggunakan sekrup, tergantung dari kontruksi dinding yang digunakan.

  1. Daun Pintu

Daun pintu dapat dibuat dari papan kayu solid, kayu lapis, kayu rekayasa atau kombinasi dari rangka dalam kayu solid dengan penutup kayu lapis.

Ukuran Pintu

Tidak ada rumusan atau ukuran pasti untuk lebar dan tinggi pintu. Untuk memudahkan Anda, beberapa contoh berikut dapat dijadikan acuan untuk mendapatkan ukuran ideal atau proporsional.

  • Lebar

Ukuran lebar bahu manusia kurang lebih adalah 600 mm atau 60cm. Dengan patokan ini, maka lebar lubang minimal adalah 700 mm atau 70 cm.

  • Tinggi

Tinggi minimal lubang  pintu adalah 2100 mm atau 210 cm. Untuk efisiensi pemakaian kusen, yang paling panjang rata – rata balok kayunya adalah 4000 mm atau 400 cm. Ukuran pintu yang tinggi akan memberikan kesan bahwa dinding rumah atau langit – langit rumah menjadi terlihat lebih lega.

  • Tebal

Ketebalan daun pintu ditentukan oleh lebar dan tingginya. Semakin lebar dan semakin  tinggi, maka pintu akan semakin tebal. Lebar, tinggi dan ketebalan yang proporsional diperlukan agar rangka kayu  tidak mudah memuntir atau melendut.

Model Bukaan

Berdasarkan pengunaan alat – alat penunjang atau hardware, jenis pintu terbagi menjadi :

  1. Pintu Ayun atau swing door, dimana satu sisi daun pintu dipasangi engsel, pintu terbuka dengan cara didorong. Varian dari jenis ayun ini adalah pintu double swing, pintu ayun ke atas atau pintu belanda.
  2. Pintu Geser atau sliding door, daun pintu diikat ke kusen dengan menggunakan rel, pintu dapat dibuka dan ditutup dengan cara menggeser atau mendorong ke samping. Beberapa macam pintu geser adalah pintu geser dobel, pintu geser tersimpan ( pocket door ) dan sebagainya.
  3. Pintu Lipat, atau folding door. Biasanya terdiri dari dua buah daun pintu atau lebih, yang terangkai menjadi satu. Penggunaan hardwarenya pun kadangkala dikombinasikan antara penggunaan engsel dan rel.

Dengan berkembangnya teknologi serta kebutuhan akan ruang yang lebih privasi dan ruang serbaguna, terciptalah pintu geser kedap suara. Pengaplikasian pintu geser kedap suara biasanya pada ruang meeting, convention hall, ballroom, ruang kelas, tempat ibadah dan lain – lain.

Mungkin Anda juga menyukai