4 Langkah Menyiasati Keterbatasan Lahan

4 langkah menyiasati keterbatasan lahan menjadi masalah dalam membangun gedung – gedung di perkotaan. Partisi lipat bisa menjadi solusi yang paling praktis dalam menyiasati keterbatasan lahan serta penataan interior ruangan. Banyak kendala yang akan dihadapi dalam mengatur tata ruang yang berskala minim. Hal ini selain dikarenakan ruangan juga dibatasi oleh dinding, lantai dan langit – langit, sehingga menimbulkan potensi munculnya kesan sempit atau terbatas. Persolan ini umumnya muncul karena kesalahan perancangan dan sebagian besar penghuni kemudian akan menunjuk keterbatasan lahan sebagai biang keladinya. Padahal dengan perhitungan yang tepat, lahan minim akan dapat berfungsi dengan baik tanpa merasa terhimpit di dalamnya.

Hal terpenting adalah membuat desain yang berkesinambungan. Artinya, antara area satu dan area lain terdapat satu benang merah. Ketika mendesain, pikirkan semua yang berkaitan dengan kebutuhan seluruh anggota sehingga satu ruangan dan ruangan lainnya berada dalam satu alur yang jelas.

4 LANGKAH MENENTUKAN DIMENSI, KEBUTUHAN DAN PRIVASI RUANG

Sebelum membangun suatu gedung perkantoran, gedung sekolahan atau tempat tempat umum lainnya, kita wajib menentukan terlebih dahulu dimensi ruangan, kebutuhan ruangan, fungsi ruangan serta ruang – ruang yang memerlukan privasi. Disini kita akan membahas 4 langkah dalam menyiasati keterbatasan lahan untuk perkantoran.

             

1.Standar dimensi

Dalam mengelola ruang, terutama yang berukuran terbatas, perhatikan ukuran yang mendasari pembagiannya dengan seksama. Hal yang umum dilakukan adalah memabagi lahan ke dalam beberapa ruang, seperti ruang depan atau front office, ruang staff atau ruang kerja, ruang meeting, dan seterusnya. Kemudian, dari besaran ruangan tersebut tempatkan berbagai furnitur yang diperlukan untuk aktivitas di dalamnya. Urutan tersebut sebenarnya bisa di balik, dengan cara merunutkan kebutuhan area untuk satu aktivitas sebelum menentukan besaran ruang. Berinteraksi dengan orang lain merupakan beberapa aktivitas yang memerlukan pengaturan dimensi agar terasa nyaman.

2. Menentukan kebutuhan ruang

Satu langkah dari 4 langkah yang tak boleh dilewatkan ketika merancang ruang dalam adalah menentukan jenis – jenis ruangan yang dibutuhkan oleh penghuni. Penentuan ruang ini harus dilakukan secara spesifik sehingga bisa jadi berbeda untuk setiap instansi atau kantor. Sebagai contoh, pada satu instansi mungkin memerlukan ruang meeting hanya satu, akan tetapi kantor yang lain memerlukan ruang meeting lebih dari satu yang dapat dipergunakan di waktu yang bersamaan dengan alasan tertentu.

Sementara berdasarkan sifatnya, dapat ditentukan ruangan – ruangan yang perlu di buat tertutup atau terbuka. Untuk mengefisienkan waktu, biaya serta tidak mengurangi fungsi sebagai pembatas, digunakanlah partisi lipat atau partisi geser.

        
3. Membuat ruang multifungsi

Setelah mendapatkan gambaran ruang – ruang yang diperlukan untuk menunjang aktivitas, mungkin saja lahan yang tersedia tidak memungkinkan untuk mewujudkan itu semua, bahkan untuk sekedar mengikuti standar dimensi sekalipun. Untuk kondisi seperti ini, kurangi daftar kebutuhan ruang atau bisa disiasati dengan membuat satu ruangan yang mampu menampung berbagai aktivitas di dalamnya. 4 langkah mengatasi keterbatsan lahan ini dapat Anda aplikasi satu ruang untuk berbagia aktivitas dapat diterapkan di ruang serbaguna dengan membangun atau menggunakan partisi ruang yang fleksibel baik cara lipat atau geser. Sering disebut juga partisi pintu lipat atau geser.

        

Area ini pada dasarnya adalah sebuah ruangan multifungsi. Contoh diatas merupakan ruang multifungsi, bukan hanya berfungs sebagai ruang belajar / kelas, akan tetapi dapat digunakan sebagai ruang pertemuan, ruang bermain indor, ruang pertujukan dan lain sebagainya hanya dengan memasang partisi lipat. Dalam pengoperasiannya pun sangat simple dan mudah, hanya dengan mendorong pintu ke salah satu sisi ruangan, dengan seketika ruangan menjadi lebih lapang dan dapat menampung  orang lebih banyak tanpa terhalang dinding yang akan menghalangi visual.

4. Menyiasati dimensi ruang

Berdasarkan perhitungan di atas kertas, mungkin saja ruangan kantor tak mencukupi kebutuhan seluruh anggota. Namun, Anda sebagai seorang pemimpin jangan berkecil hati karena ruangan  yang sangat mungil pun bisa terasa nyaman apabila dalam penataannya dibuat benar – benar rapi dan tertutup untuk menghindari kesan berantakan dan sempit.

Sebuah ruangan terasa sempit karena adanya batasan – batsan visual yang menghalangi pandangan mata, yaitu lantai, dinding, dan plafon. Untuk membuatnya lebih lapang, salah satu caranya adalah dengan mengurangi batas – batas tersebut, baik secara riil maupun ilusianal.

Riil artinya benar benar menghilangkan bidang dinding atau plafon sehingga pandangan mata menjadi tak terhalang. Sementara pengurangan secara ilusional berarti memainkan efek visual yang berkaitan dengan vista, cahaya dan warna. Fungsinya untuk memberikan efek dekoratif sekaligus memunculkan kesan lapang dalam ruangan. Bentuknya bisa beragam, mulai dengan menggunakan partisi lipat atau geser dengan finishing kain dengan warna yang berbeda dengan desain sekitar sehingga memuncukan kesan asri dan bersahaja, atau dengan penggunaan HPL serat kayu yang akan memberikan efek klasik dan natural, penggunaan kaca sebagai sentuhan akhir memberikan kesan lapang dalam ruangan.

        

Selain itu bisa dilakukan dengan meningkatkan intensitas cahaya dalam ruangan, akan memberikan kesan lapang dibandingkan bila cahaya yang masuk atau ada di ruangan redup.

Mungkin Anda juga menyukai